ANALISIS SEMIOTIKA KONFLIK KEAGAMAAN DALAM FILM JANGAN PANGGIL MAMA KAFIR

Authors

  • Mia Ayu Aqillah Author
  • Helma Azizah Author
  • Velia Nadine Fitry Dyangga Author

Keywords:

film, konflik keagamaan, semiotika Barthes, representasi sosial, toleransi

Abstract

Film berperan sebagai media komunikasi yang menyampaikan isu sosial dan keagamaan melalui tanda-tanda visual dan verbal. Penelitian ini menganalisis representasi konflik keagamaan dalam film Jangan Panggil Mama Kafir dengan pendekatan semiotika Roland Barthes. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif analitik melalui observasi dan dokumentasi adegan yang menampilkan konflik agama, intoleransi, stigma sosial, serta interaksi antarumat beragama. Fokus analisis mencakup dialog, ekspresi, gestur, simbol agama, setting, pencahayaan, dan interaksi sosial, yang kemudian ditafsirkan melalui makna denotatif, konotatif, dan mitos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik muncul dari pelabelan kata “kafir”, tekanan sosial, dan perbedaan keyakinan dalam lingkup keluarga dan masyarakat. Adegan, simbol, dan dialog membangun konotasi yang menekankan toleransi, empati, dan kasih sayang lintas agama. Film juga mengangkat mitos sosial terkait peran ibu, nilai kemanusiaan, dan perjalanan spiritual yang melampaui identitas agama. Kesimpulannya, Jangan Panggil Mama Kafir bukan hanya hiburan, tetapi media representasi sosial yang menyampaikan pesan moral dan ideologi mengenai konflik keagamaan serta hubungan antarumat beragama. Pendekatan semiotika Barthes efektif untuk menafsirkan makna tersembunyi di balik tanda-tanda visual dan verbal, memberikan wawasan kritis terhadap isu keagamaan dalam masyarakat multikultural Indonesia.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alparizky, M., & Bahri, A. N. (2025). Analisis semiotika Roland Barthes dalam film "Tuhan Izinkan Aku Berdosa". Jurnal Khabar: Komunikasi dan Penyiaran Islam, 7(1), 247-263. https://doi.org/10.37092/khabar.v7i1.1153

Alfarisi, T. A. A. (2019). Semiotika sebagai bentuk komunikasi bahasa dusta: Studi kasus pelanggaran rambu-rambu lalu lintas di Surabaya. Humanis, 13(2), 143-151.

Ananti, R. A., & Wardhana, A. (2025). Analisis naratif komunikasi interpersonal ayah dan anak dalam film. Jurnal Ilmu Komunikasi dan Media Sosial (JKOMDIS), 5(1), 115-120. https://doi.org/10.47233/jkomdis.v5i1.2511

Aulia, B., Fitri, A. A., & Satria, A. (2023). Analisis semiotika pesan dakwah dalam film Ajari Aku Islam. Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(1), 1719-1732.

Barthes, R. (1972). Mythologies. New York: Hill and Wang.

Goffman, E. (1963). Stigma: Notes on the Management of Spoiled Identity. Englewood Cliffs, NJ: Prentice-Hall.

Hall, S. (1997). Representation: Cultural Representations and Signifying Practices. London: Sage Publications.

Novalia, A. S., Murdiati, E., & Isnaini, M. A. (2023). Komunikasi keluarga dalam film Keluarga Cemara 2 (Analisis semiotika Charles Sanders Pierce). Jurnal An-Nasyr: Jurnal Dakwah dalam Mata Tinta, 10(2), 121-131.

Rizki I, A. (2025). Analisis semiotika nilai moral dan budaya film Ngeri - Ngeri Sedap. Filosofi: Publikasi Ilmu Komunikasi, Desain, Seni Budaya, 2(2), 01-14. https://doi.org/10.62383/filosofi.v2i2.567.

Sobur, A. (2013). Semiotika Komunikasi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Ubaidillah, M., & Patriansah, M. (2024). Analisis Semiotika Roland Barthes pada Film “Agak Laen” Produser Studio Imajinari. VisART: Jurnal Seni Rupa & Desain, 2(1), 49–65.

Downloads

Published

2026-06-14

How to Cite

ANALISIS SEMIOTIKA KONFLIK KEAGAMAAN DALAM FILM JANGAN PANGGIL MAMA KAFIR. (2026). Persevia: Journal of Communication and Digital Society , 1(1). https://journalpersevia.com/index.php/persevia/article/view/3